Jumat, 24 Mei 2019 | 22:56 WIB

BP Batam Promosi Investasi ke Tiongkok dan Rusia

Industri 10 Mei 2019 Taslimahudin 4


11th Kazan Summit di Kazan

11th Kazan Summit di Kazan


MAKRO.ID - Kepala Badan Pengusahaan (BP), Edy Putra Irawady memenuhi undangan dari Duta besar RI untuk Federasi Rusia, M. Wahid Supriyadi untuk menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesian-Russian Business Forum pada tanggal 25 Apil 2019 di Kazan, Rusia yang merupakan rangkaian kegiatan dari 11th Kazan Summit di Kazan, 24 - 26 April 2019. 

Dalam forum tersebut Edy menyampaikan tentang potensi investasi di Batam, dengan letak yang strategis berdampingan dengan negara Singapura serta jarak antara Kazan dengan Batam yang dapat ditempuh dengan penerbangan selama 14 jam. 

"Batam mempunyai potensi sebagai daerah untuk manufakturing serta jasa-jasa lain nya seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, logistik dan pariwisata," kata Edy, Jumat (10/5/2019).

Dengan keberadaan Batam sebagai daerah Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Ekonomi Khusus serta potensi pasar di Indonesia 260 juta penduduk yang mayoritas nya adalah Muslim, sehingga produk Halal serta berbagai fashion Muslim juga dapat menjadi pasar tersendiri di Indonesia. 

Hasil yang dicapai dari promosi Batam di Rusia ini adalah Dubes RI di Moskow akan membawa delegas ibisnis untuk melakukan investasi di Batam pada tahun ini juga, dengan beberapa potensi usaha terutama yang berkaitan dengan manufacturing dan sektor jasa yang ditawarkan oleh BP Batam.

"Sebelum melakukan lawatan ke Rusia, kita juga melakukan kunjungan ke Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok, 20-23 April 2019. Menghadiri undangan dari Jimei University untuk melihat perkembangan serta menjajaki kerjasama di sektor perikanan, navigasi (transportasi dan logistik)," jelasnya.

Jimei University adalah universitas negeri yang memiliki reputasi yang sangat baik. Jimei university sangat tertarik untuk membuka centre of excellence di bidang kemaritiman dan perikanan di Batam.

Selanjutnya pada tanggal 22 April 2019, dilakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia di Bejing, Djauhari Oratmangun. Adapun yang menjadi pembahasan adalah membahas 2 isu pokok, yaitu: peningkatanekspor Indonesia ke China dan peningkataninvestasi China di KPBPB (FTZ) Batam.

Hasil dari kunjungan ke Tiongkok adalah beberapa pengusaha China tertarik akan berinvestasi di FTZ Batam; Dubes RI di Beijing akan mengundang beberapa pelaku usaha yang potensial untuk berinvestasi dan berkunjung ke Batam pada bulan Mei atau Juni 2019; Akan di upayakan direct call dari Batam ke Tiongkok melalui perusahaan pelayaran China.

Dubes Wahid Supriyadi mengatakan potensi bisnis untuk industri halal Indonesia-Rusia, termasuk dengan Republik Tatarstan cukup menjanjikan dan melalui forum tersebut diharapkan dapat terjalin kontak yang nantinya diharapkan adak ontrak di antara pengusaha yang hadir.

(IMR)

 

Editor : Taslimahudin
 




Top