Jumat, 24 Mei 2019 | 22:54 WIB

Review GSP: Amerika Ingin Perdagangan Saling Menguntungkan

Ekspor 11 Juli 2018 Taslimahudin 158


Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan


Makro.id – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan menegaskan, langkah pemerintah Amerika Serikat meninjau ulang pemberian Generalized System od Preferenes (GSP) akan menguntungkan kedua belah pihak.

Menurut Donovan, langkah ini diambil Amerika dalam rangka menaikan perdagangan secara keseluruhan dengan indonesia. Amerika ingin menaikan Ekspor dan Impor dengan indonesia secara keseluruhan.

“Tujuan kita adalah untuk meningkatkan perdagangan dengan Indonesia sebagai bagian penting dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujarnya di Batam, Senin (10/7) malam.

Pihaknya telah menemui sejumlah kementerian untuk menjelaskan secara rinci maksud pemerintah Amerika tersebut. Dia masih optimis ada kesepakatan-kesepakatan yang bisa dicapai bersama Indonesia.

“Kami percaya banyak yang bisa dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.

Donovan menegaskan, Indonesia masih merupakan mitra dagang strategis bagi Amerika. Pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan bebas, adil dan saling menguntungkan dengan Indonesia.

Kemitraan kedua negaramenjunjung tinggi perdagangan yang bebas dan adil, kebebasan di lautan lepas. Kemitraan yang selama ini terjalin terbukti berhasil, karena baik Amerika maupun Indonesia memiliki kepentingan bersama atas keberhasilan satu sama lain.

Sementara itu pelaku industri di Kepri, khususnya Batam tak terlalu mengkhawatirkan dampak langkah pemerintah Amerika Serikat meninjau ulang pemberian GSP terhadap sejumlah produk Indonesia yang di ekspor ke negeri Paman Sam tersebut.

Menurut CEO Panbil Group Johanes Kennedy, daftar produk yang tengah direview ulang tersebut tak ada di Batam. Produk industri di Batam tak diekspor langsung ke pasar Amerika. Sehingga efek proteksionisme tak berdampak langsung.

“Amerika coba mereview tarif terhadap beberapa produk yang diekspor Indonesia ke Amerika. Produk-produk tersebut tak diekspor dari Batam, jadi kita tak berpengaruh,” jelasnya.

Total Ekspor Kepri ke Amerika hingga Mei silam mencapai USD 338,89 juta, atau 6,35 persen dari total ekspor Kepri.

“Produk perusahaan Amerika di Batam sekalipun tidak dijual untuk kebutuhan di Amerika. Rata-rata untuk kebutuhan regional. Kalau ada, produknyakecil sekali, “ jelasnya. (chi)

 

Editor : Taslimahudin




Top