Pemerintah Siapkan Rp33,1 Triliun untuk Sektor Perumahan

Properti
Ilustrasi. Foto: INT

MAKRO.ID, JAKARTA – Pemerintah memberikan perhatian pada sektor perumahan dalam berbagai bentuk dan mengalokasikan anggaran APBN Rp33,1 triliun untuk tahun 2021.

Bantuan tersebut diberikan karena sektor perumahan memiliki efek multiplier yang sangat tinggi terhadap sektor lainnya. 

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat BTN Market Outlook 2021, Selasa (9/3/2021) lalu.

Dilansir dari website kemenkeu.go.id, Menteri Keuangan menyebutkan bantuan berupa pembiayaan perumahan yang berbasis tabungan atau BP2BT serta belanja anggaran APBN melalui bantuan stimulan perumahan swadaya.

Kemudian pembangunan rumah susun, rumah khusus dan rumah susun sederhana dan rumah umum.

Selain itu ada juga subsidi bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta/rumah dan subsidi selisih bunga dengan beban bunga masyarakat untuk yang berpendapatan rendah.

“APBN juga menggunakan instrumen transfer ke daerah dalam bentuk DAK Fisik untuk pembangunan rumah secara swadaya. APBN juga memberikan dana bergulir fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan,” ujar Menkeu.

Menkeu menyebutkan, pemerintah juga memperkuat PT. Sarana Multigriya Finansial (PT. SMF) sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan di bidang perumahan, dengan memberikan penyertaan modal negara.

Menkeu menyebut data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan kredit kepemilikan properti hanya tumbuh 2,8%.

Hal ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yang selalu tumbuh di atas 10%.

Untuk itu kata Menkeu, guna meningkatkan minat pembelian perumahan, pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21 Tahun 2021.

PPN yang akan ditanggung pemerintah diberikan untuk penyerahan yang dilakukan pada Masa Pajak Maret 2021 sampai dengan Masa Pajak Agustus 2021.
PPN akan ditanggung 100% oleh pemerintah untuk penyerahan dengan harga jual maksimal Rp2 miliar.

Sedangkan untuk harga jual rumah diatas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar diberikan diskon PPN 50% ditanggung pemerintah.(***)

Next Post

Pelukis Abadikan Museum Raja Ali Haji Kota Batam

Fri Mar 12 , 2021
MAKRO.ID, BATAM – Museum Raja ALi Haji yang berada di area Alun-Alun Engku Putri menjadi objek 25 pelukis dari berbagai komunitas di Kota Batam, Kamis (11/3/2021). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu ajang untuk mempromosikan destinasi wisata di Kota Batam. Penggagas acara bertajuk “Live Painting On The Spot”, Haryono, mengatakan, […]

bp-batam

%d bloggers like this: