BNPB Imbau Kepri Waspadai Banjir

Polresta Barelang
Polisi siaga bantu warga korban banjir. (FOTO : Humas Polresta Barelang)

MAKRO.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau Kepri untuk mewaspadai potensi banjir yang dipicu oleh potensi hujan lebat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan ada sbanyak 16 provinsi yang teridentifikasi pada status ‘waspada’ terhadap potensi banjir atau banjir bandang.

Informasi tersebut berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dikeluarkan pada hari ini, Kamis (13/5). Detail informasi tersebut dapat diakses melalui tautan https://signature.bmkg.go.id/.

BMKG merilis potensi dampak hujan lebat untuk dampak banjir atau banjir bandang dapat terjadi di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga : Permasalahan Banjir jadi Prioritas Utama di Baloi Permai

“Kemudian, Banten, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara,” kata Raditya.

Menyikapi kondisi ini, BNPB mengimbau Pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Masyarakat dapat mengakses informasi peringatan dini cuaca hingga tingkat kecamatan dengan aplikasi InfoBMKG.

Sementara itu, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan banjir terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Peristiwa ini terjadi pada hari ini, Kamis (13/5), pukul 06.00 waktu setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menginformasikan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Satui meluap ke pemukiman warga.

Lokasi terdampak teridentifikasi di Desa Sinar Bulan, Kecamatan Satui. Sebanyak 18 KK atau 76 warga mengungsi akibat peristiwa ini. BPBD melaporkan rumah sebanyak 145 unit dan lahan sawah 55 hektar terendam.

Saat peristiwa terjadi tinggi muka air antara 100 hingga 150 cm. Di samping itu, BPBD menginformasikan saat ini warga yang mengungsi masih bertahan di SMP 4 Satui, sedangkan luapan air masih menggenangi pemukiman warga.

Next Post

Pegawai Pemko Batam Dites Antigen

Sen Mei 17 , 2021
MAKRO.ID, BATAM – Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjalani tes antigen di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Senin (17/5/2021). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemko Batam. Ia menjelaskan, pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemko […]

bp-batam

%d blogger menyukai ini: