Terjerat Korupsi, Oknum PNS Terancam Penjara Minimal 4 Tahun

Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri Restia Octane Guchy dan Ps. Paur Subbidpenmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar SH, MH. (FOTO : IST)

MAKRO.ID, Batam – Oknum Aparatur Sipil Negara di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) Kota Batam bernisial WD terancam minimal 4 tahun penjara.

WD diamankan oleh Tim Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri atas tindak pidana Korupsi pada kegiatan Ekspor hasil perikanan jenis Udang yang akan di kirim ke Negara Singapura.

Hal tersebut disampaikan Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, didampingi Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri Restia Octane Guchy dan Ps. Paur Subbidpenmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar SH, MH. Rabu (25/8/2021).

BACA : Polda Kepri Tangkap 3 Pria Karena Bawa Benda Terlarang

“WD merupakan oknum ASN di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam″ kata Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar.

Menurutnya, modus yang dilakukan adalah, yang bersangkutan ini dengan jabatannya mempunyai kewenangan menandatangani surat perintah muat terhadap barang-barang komoditas yang akan diekspor ke luar negeri.

Dengan kewenangan yang dimilikinya yang bersangkutan meminta fee kepada eksportir sebesar Rp10.000,- per box. Dikarenakan eksportir ini takut diperlama dalam perizinannya dan khawatir komoditas yang akan dikirim semakin lama tertahan dan tidak layak untuk dikonsumsi maka mau memberikan fee yang diminta oleh tersangka WD.

″Kemudian pada tanggal 21 Mei 2021 tim Sudit 3 melakukan operasi tangkap tangan dan berhasil mengamankan inisial DW di Morning Bakery KBC Batam, Kota Batam,” kata Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan.

Saat dilakukan penangkapan ada beberapa barang bukti yang turut di sita antara lain 1 buah amplop berwarna coklat, uang tunai sejumlah Rp12.450.000, uang tunai Dolar Singapura sejumlah SGD16.636.

“Kemudian ada 10 Kartu ATM, 3 buku tabungan, 1 unit handphone, 2 buah tas dan bandel okumen,” katanya.

BACA : Polda Kepri Cek Ketersediaan Alkes dan Obat di 14 Perusahaan Farmasi

Atas perbuatannya WD dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada pasal 12 huruf (e) yang berbunyi yaitu Pegawai Negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, dengan ancaman minimal 4 Tahun Penjara. (tna)

Next Post

Klasmen Liga Inggris Sementara : Arsenal Masuk Zona Degradasi

Rab Agu 25 , 2021
MAKRO.ID, London – Arsenal kembali menelan ke kalahan dalam lanjutan Liga Inggris. Kali ini, mereka takluk 0-2 dari Chelsea pada pekan kedua Liga Inggris 2021-2022 di Emirates Stadium, Senin (23/8/2021) lalu. Chelsea menang dua gol tanpa balas lewat gol Romelu Lukaku dan Reece James di babak pertama. Hasil ini membuat […]
%d blogger menyukai ini: