Pembangunan Autogate Pelabuhan Batu Ampar Sudah 70 Persen

Wali Kota/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, meninjau pembangunan autogate di Pelabuhan Batu Ampar. Foto: Pemko Batam

MAKRO.ID, BATAM – Pembangunan fisik autogate atau pintu masuk otomatis di Pelabuhan Batu Ampar Kota Batam sudah berjalan 70 persen.

Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pada akhir Oktober ini akan dilakukan penginstalan software-nya.

“Semoga akhir bulan sudah berfungsi dengan baik,” ujar saat meninjau lokasi, Selasa (12/10/2021).

Sistem autogate akan meminimalisir antrean panjang. Selain itu, keluar dan masuk barang tidak perlu lagi tatap muka dengan petugas Bea Cukai di gate dan dapat dilakukan 24 jam.

“Kalau autogate ini selesai, maka BLE (Batam Logistic Ecosystem) bisa difungsikan dengan sempurna,” katanya.

Setelah pembangunan autogate, pembangunan lainnya akan terus dikebut di bagian dalam pelabuhan hingga bagian luar pelabuhan.

“Sesuai perintah Pak Presiden (Joko Widodo) Pelabuhan Batu Ampar ini harus diselesaikan, dalam artian bisa menjadi pelabuhan bertaraf internasional,” katanya.

Untuk menuju ke sana, lanjut Rudi, semua infrastruktur pendukungnya harus segera dibangun dan diselesaikan.

“Kita ingin pelabuhan bongkar muat di Batuampar menjadi satu pelabuhan dengan pengelolaan yang baik di republik ini,” katanya.

Sebagai informasi rencana pengembangan terminal Batu Ampar untuk jangka pendek tahun 2021 sampai dengan 2025 menargetkan mampu melayani volume arus peti kemas domestik dengan kapasitas 1,6 juta TEUs yang sebelumnya pada tahun 2020 peti kemas eksisting dengan kapasitas 445 ribu TEUs pertahun.

Sedangkan untuk jangka menengah tahun 2026 sampai dengan 2030 menargetkan dapat melayani 4,7 juta TEUs Kontainer untuk domestik dan international import pertahun dengan nilai investasi lebih kurang Rp 8,56 trilliun.

Kemudian untuk jangka panjang pada tahun 2031 sampai dengan 2040 kapasitas angkut mencapai 6,7 juta TEUs pertahun untuk kargo domestik, international dan sebagian selat Malaka pada tahun 2035, sehingga Batu Ampar akan mencapai kapasitas maksimum dan akan dikembangkan di terminal Container Kabil dengan nilai investasi lebih kurang Rp 7,66 Trilliun.(***)

Next Post

Pemko Batam Lindungi Pegawai Non ASN

Sel Okt 12 , 2021
MAKRO.ID, BATAM – Pemko Batam menandatangani kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Batam Nagoya. Kerjasama yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) tersebut ditandatangani oleh Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam. Wakil Wali […]
%d blogger menyukai ini: