Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:06 WIB

Batam, Bintan dan Karimun Dibahas pada Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia Singapura

Pertumbuhan Ekonomi 17 September 2019 Taslimahudin 142



Pertemuan tingkat menteri. Foto : ekon.go.id

MAKRO.ID, JAKARTA - Indonesia dan Singapura mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) dalam hal kerja sama ekonomi bilateral antar kedua negara. 

Rapat Tingkat Menteri ini bertujuan untuk membahas progres dan tantangan yang dihadapi oleh 6 (enam) Working Groups dalam kerja sama ekonomi bilateral antara kedua negara.
 
Adapun keenam Kelompok Kerja (Working Groups) tersebut adalah: (1) Working Group Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya; (2) Working Group Investasi; (3) Working Group Transportasi; (4) Working Group Pariwisata, (5) Working Group Tenaga Kerja; dan (6) Working Group Agribisnis.
 
“Saya percaya kedua negara (Indonesia dan Singapura) mempunyai pandangan sama bahwa ini adalah rapat penting dalam kelanjutan hubungan bilateral kita,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Ministerial Meeting tersebut.
 
Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Singapura di 2018 mencapai US$34,4 miliar, bertumbuh 16% dari 2017. Pada semester pertama 2019, perdagangan bilateral kedua negara tercatat sebesar US$14,2 miliar atau 14% lebih rendah daripada periode sama di tahun lalu.
 
Tetapi di sisi lain, investasi Singapura ke Indonesia pada 2018 sebesar US$9,2 miliar atau lebih tinggi 8,9% daripada periode sama di 2017. 

Singapura memang merupakan sumber terbesar dari investasi luar negeri, yaitu sebesar 31,4% dari total foreign direct investment (FDI) di Indonesia.
 
Sebagai bagian dari usaha membuat Indonesia menjadi sasaran investasi yang lebih atraktif untuk Singapura dan negara lainnya, Pemerintah Indonesia pun telah menetapkan Kendal Industrial Park sebagai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
 
Menurut Menko Darmin, regulasi untuk perubahan tersebut sedang diproses, sehingga selanjutnya akan ada insentif menarik yang akan ditawarkan kepada calon investor yang berinvestasi ke sana.
 
Kemudian, dibahas juga tentang langkah tindak lanjut Bilateral Investment Treaty (BIT) antara Indonesia dan Singapura. BIT sangat diperlukan guna memberi perlindungan investasi. 

BIT ini sendiri telah ditandatangani pada saat Leader’s Retreat 11 Oktober 2018 di Bali antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing menjelaskan, dengan kerja sama ekonomi bilateral ini, kedua negara bisa menciptakan kesempatan yang lebih luas untuk bisnis masing-masing. 

Lalu, bagaimana kerja sama ini juga akan membantu menarik investor lainnya dari seluruh dunia.
 
“Kami tertarik dengan (potensi bisnis) di Batam, Bintan, dan Karimun, misalnya untuk pariwisata, transportasi (bandara internasional), dan industri (elektronik). Kami juga menyambut gembira rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, sehingga ini dapat juga membuka kesempatan bagi perusahaan Singapura untuk berinvestasi ke sana, misalnya dalam hal sustainable management,” jelasnya.

IMR

Sumber : ekon.go.id




Top