Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:08 WIB

BP Batam Kembali Raih Penghargaan WTP

Finansial 16 September 2019 Taslimahudin 142



Kepala Satuan Pemeriksa Internal (SPI) BP Batam Agung Presetya Adi meneria penghargaan WTP. Foto : Humas BP Batam

BATAM - Tiga tahun berturut-turut, Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2018.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo,  dan diterima oleh Kepala Satuan Pemeriksa Internal (SPI) BP Batam, Agung Presetya Adi mewakili Kepala BP Batam, dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintahan Tahun 2019 di Gedung Dhanapala.

Agung Prasetya Adi mengatakan kesuksesan BP Batam dalam meraih penghargaan WTP selama tiga tahun berturut-turut adalah karena komitmen tinggi pimpinan untuk menjaga kualitas laporan keuangan instansi. Ia juga mengapresiasi usaha pimpinan yang tanggap dalam menindaklanjuti temuan BPK di BP Batam.

“Penghargaan WTP merupakan akuntabilitas laporan keuangan yang tertinggi. Dengan adanya akuntabilitas entitas tersebut, pertanggungjawaban laporan sudah terselenggara sesuai dengan standard akuntansi. Ini tidak lain adalah buah hasil dari komitmen pimpinan dan kerja sama dari seluruh pihak di BP Batam,”  Kepala SPI BP Batam, Senin (16/9).

Ia meyakini, dengan dasar komitmen inilah akan timbul efek domino kepada unit-unit terkait, baik unit akuntansi maupun unit pelaporan, yang bekerja keras untuk mengadakan pertanggungjawaban berupa pencatatan, pengikhtisaran, penglasifikasian, hingga terwujudnya laporan akuntansi.

“Arahan dari Wakil Menteri Keuangan ke depan para intansi pemerintahan diminta peralihan dari tangible asset menjadi intangible asset," katanya.

Artinya, kata dia BP Batam ke depan harus lebih kreatifitas, ide-ide, serta gebrakan-gebrakan di bidang sumber daya manusia (SDM), sehingga lebih maju dan berani untuk meningkatkan performa instansi. Karena saat ini, laporan keuangan sifatnya masih historis. Sehingga BP Batam diharapkan bisa butuh lebih daripada itu.

Dalam prosesnya, Agung menjelaskan BPK akan memeriksa catatan laporan keuangan yang menghasilkan opini dan catatan lain. Adapun yang dimaksud dengan catatan lain tersebut adalah pertama, berupa pemeriksaan terhadap ketaatan, yaitu seberapa jauh entitas itu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Kedua adalah sistem pengendalian internal, yakni apabila sistem pengendalian internalnya juga baik, maka akan selaras dengan kualitas instansi terkait," katanya.

Agung juga mengharapkan kerja keras ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Kemudian ia juga berpesan kepada semua pegawai tidak boleh lengah, dan semua laporan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan setiap ada kelemahan, harus segera dilaporkan dan itu dinilai yang terpenting.

IMR

Editor : D. Rova
 




Top