Sabtu, 20 Juli 2019 | 04:41 WIB

BP Batam Tertibkan Perkebunan liar di Dam Duriangkang

Ragam 01 Mei 2019 Taslimahudin 19


Anggota Ditpam membersihkan perkebunan liar di Dam Duriangkang

Anggota Ditpam membersihkan perkebunan liar di Dam Duriangkang


MAKRO.ID - Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam menertiban perkebunan dan bangunan illegal di Dam Duriangkang, Muka Kuning, Kota Batam guna menjaga kelestarian hutan dan ketersediaan air baku di kawasan hutan lindung sebagai daerah resapan air.

Kordinator Daerah Tangkapan Air (DTA) Ditpam BP Batam, Pius Sega, mengatakan penertiban tersebut dilakukan Senin (29/4/2019) kemarin. Dalampenertiban tersebut pihaknya menurunkan 81 personil Ditpam.

"Ini merupakan kegiatan rutin dan ini dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan ekosistem dan menjaga kualitas air di DTA waduk Duriangkang yang merupakan sumber kebutuhan air baku bagi sebagian besar masyarakat Kota Batam," katanya. 

Pius menjelaskan, dari hasil pemantauan tim Ditpam BP Batam di kawasan itu terdapat aktivitas perkebunan ilegal. "Ditpam BP Batam melakukan pencabutan tanaman di DTA waduk Duriangkang yang saat ini dijadikan perkebunan oleh masyarakat," ujarnya.

Di dalam hutan lindung tersebut lanjutnya, masyarakat menanam tumbuhan jeruk nipis, pisang dan lainnya. 


Kata dia, aktivitas perkebunan di Dam Duriangkang sangat berdampak pada pencemaran lingkungan. Dikarenakan sebelum bercocok tanam lahan di sekitar Dam Duriangkang sengaja dibakar. "Lahan kosong itu digunakan  berkebun, kami sangat menyayangkan eksploitasi hutan lindung di DTA Waduk Duriangkang," paparnya.

Pius menjelaskan, akibat aktivitas tersebut menyebabkan terganggunya kelestarian air waduk. 
“Kegiatan penanaman di sini dapat mengakibatkan surutnya air di Daerah Tangkapan Air waduk Duriangkang sehingga membuat kelestarian hutan tidak terjaga,” tambahnya.

Pihaknya sangat berharap peran serta dan kesadaran dari masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku di Kota Batam.(IRS)

Editor: Taslimahuddin




Top