Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:07 WIB

BP Tawarkan Kemudahan Investasi di Batam

Makro 19 September 2019 Taslimahudin 148



Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam, Purwiyanto, menyampaikan beberapa hal terkait pengembangan Batam di Beijing saat acara Indonesia-China Business Forum on Investment and Tourism. Foto : Humas BP Batam

MAKRO.ID, BEIJING - Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan banyak kemudahan kepada investor yang mau menanamkan modalnya di Batam. Tak hanya berbagai pelayanan investasi, tapi kemudahan-kemudahan lainnya yang membuat investor nyaman investasi di Batam.

Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam, Purwiyanto, mengatakan beberapa hal terkait pengembangan Batam. Ia menjelaskan keunggulan Batam dengan tujuh pulau di sekitarnya telah menjadi favorit yang tidak perlu dipersoalkan untuk tujuan investasi dan kegiatan ekspor dari Indonesia. 

"Selain Pulau Batam, kita juga punya Pulai Rempang, Janda Berias, Nipah, Setoko, Tanjung Sauh, Galang, Galang Baru, dengan total luas sekitar 75 ribu hektar yang bisa dikembangkan," kata Purwiyanto di Beijing saat acara Indonesia-China Business Forum on Investment and Tourism, Kamis (19/9/2019). 

BP Batam mendorong para pengusaha Cina dan Batam untuk bekerja sama dalam percepatan kegiatan investasi. Kerja sama bisa dilakukan untuk memproduksi produk Cina yang akan diekspor ke Amerika Seritat (AS). Menggunakan COO Formulir A agar memenuhi syarat untuk skema GSP AS. 

Selain itu, produk-produk AS untuk diekspor ke Cina. Anggota ASEAN dan mitra dagangnya, dapat menggunakan skema FTA, CEPA, RCEP dan instrumen serupa lainnya. Hal ini dapat terlaksana karena BP Batam diberi mandat untuk menerbitkan COO sehingga produk-produk tersebut diakui sebagai Indonesia atau diproduksi di ASEAN. 

"Selain itu juga didukung skema Pengaturan Perdagangan Bebas Daratan Indonesia (FTA Inland) dan skema Zona Ekonomi Khusus, yang mengatur produksi barang dari negara-negara yang belum memiliki perdagangan atau kerja sama ekonomi dengan Indonesia, untuk diekspor ke pasar global dan untuk dijual di pasar Indonesia," katanya.

Kemudian, BP Batam juga mendorong kolega dari RRC dan para pengusaha Cina untuk memulai usaha investasi greenfield dengan menggabungkan aset BP Batam di tujuh pulau tadi, di bawah skema FTZ Batam. Dijelasaknnya bahwa Batam berbeda dengan daerah investasi lainnya di Indonesia karena memiliki nilai tambah berupa ketersediaan tanah dan aset, serta insentif fiscal.

"Seperti bea masuk dan pembebasan PPN dalam skema FTZ, tax holiday dan pengurangan pajak untuk kegiatan investasi di Batam. Dukungan berinvestasi tersebut telah ditetapkan sebagai hasil dari koordinasi dengan pemerintah daerah," jelasnya.

Saat ini BP Batam juga memiliki Klinik Berusaha sebagai platform konsultasi untuk mengatasi permasalahan umum yang dialami investor dan eksportir, seperti lahan, perdagangan, lingkungan, ketenagakerjaan, imigrasi dan kebijakan fiskal. Kemudian ada juga Investment Batam Online Single Submission (IBOSS) yang memproses prosedur perizinan investasi dalam waktu sekitar satu jam.

Dalam Business Forum yang berlangung pada Rabu (18/9) pagi di Imperial Ballroom, Four Seasons Hotel Beijing turut hadi Kepala Kantor Pengelolaan Lahan, Imam Bachroni dan Direktur Promosi dan Humas, Dendi Gustinandar, juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, dan Direktur Jenderal Asia-Fasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Desra Percaya.

IMR

Editor : Taslimahudin




Top