Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:07 WIB

Ini Cara BP Batam untuk Gaet Investor ke Kota Batam

Industri 26 Juli 2019 Taslimahudin 153



Kepala subdit Promosi, Ferdiana Sumiartony (pakai batik berdiri) menjelaskan keuntungan yang akan diperoleh investor ketika menanamkan modalnya di Kota Batam. Foto: Dok Humas BP Batam

MAKRO.ID, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berusaha menggenjot investasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Salah satunya dengan melakukan promosi ke Taiwan. Kehadiran BP Batam ke Taiwan untuk memenuhi undangan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Di sana BP Batam mengikuti kegiatan Indonesia Investment Business Forum (IIBF) sebagai rangkaian dari acara Taiwan ASEAN India Strategic Investment Partnership Forum yang diselenggarakan di kota Taipei dan Hsinchu, Taiwan pada Senin (22/7/2019) hingga Kamis (25/7/2019)..

Dari rilis yang diterima MAKRO.ID,, dalam Investment Business Forum tersebut, BP Batam yang diwakili oleh Kepala subdit Promosi, Ferdiana Sumiartony.

Di sana, Ferdiana, menyampaikan paparan peluang investasi di Kota Batam. Serta menjelaskan fasilitas dan insentif lainnya yang akan didapat investor apabila membuka usahanya di Kota Batam.

Ferdiana menyampaikan hingga 2018 lalu, investasi dari Taiwan di Kota Batam terdapat 16 projek. Dengan nilai investasi 44,154 juta USD dan menyerap tenaga kerja lokal sekitar 2 ribu pekerja.

Pada semester I tahun 2019 juga telah masuk investasi baru dari Taiwan, yaitu dari perusahaan Pegatron dengan sebesar 40 juta USD dan membuka lapangan kerja untuk 1800 tenaga kerja lokal.

Kepala KDEI, Didi Sumedi, mengatakan, Indonesia perlu memanfaatkan kesempatan dengan adanya perang dagang antara China dan Amerika. 

“Berinvestasi di Indonesia tidak hanya berpeluang memasuki pasar Indonesia sebesar 270 juta jiwa, tetapi juga berpeluang untuk memasuki pasar sebesar 4,7 miliar penduduk dengan adanya perjanjian bilateral dengan beberapa negara," ujarnya.

Negara-negara tersebut di antarannya India, China, Pakistan, Chili, maupun dengan ASEAN. Dengan total market capital sebesar 47.7 triliun USD dan merupakan 50 persen dari GDP dunia.

Sementara Executive Director of Market Development Department, TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), James K.J. Chen, mengakui Indonesia merupakan Promosing Land untuk investasi jangka panjang dan saatnya berinvestasi di Indonesia. 

Hari pertama kegiatan, delegasi berkesempatan untuk mengunjungi perusahaan Pegatron yang telah membuka salah satu lini produknya di Batam yang diresmikan pada tanggal 9 Juli 2019. 

Rombongan diterima oleh Charles Lin, Chief Financial Officer dan jajaran. Pada kesempatan tersebut Charles Lin, menyatakan, alasan pihaknya memilih Indonesia untuk mengembangkan usaha Pegatron, karena memiliki sumber daya yang baik dan juga merupakan waktu yang tepat bagi Pegatron untuk berinvestasi. 

“Apabila iklim usaha di Batam cukup kondusif, dan biaya logistik cukup kompetitif, tidak menutup kemungkinan fasilitas di Batam bisa sebesar fasilitas Pegatron di Shanghai atau Suzhou," ujarnya.

Kata dia, kapasitas produksi di Shanghai atau Suzhou dapat menciptakan lapangan kerja sampai dengan 50.000 tenaga kerja. 

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, mengapresiasi pelaksanaan investment business forum tersebut.

Ia menyatakan hasil forum itu mendapat respon yang positif dari salah satu asosiasi di Taiwan di bidang Electrical & Electronic. Perusahaan tersebut kata dia, berjanji membawa rombongan pengusaha Taiwan berkunjung ke Batam pada awal bulan September tahun ini.

“Hasil pertemuan one on one dengan perusahaan terbesar di Taiwan penghasil produk smart devices juga tertarik menanamkan modalnya di Batam," ujarnya.

Mereka kata dia, akan melakukan kunjungan ke Batam untuk melihat secara langsung iklim investasi di Kota Batam.

Ia pun meyakini pihaknya optimis jika terealisasi investasinya di Batam akan mendorong perekonomian Batam semakin bergairah.

Sehingga pertumbuhan ekonomi di Batam diharapkan dapat kembali melebihi pertumbuhan ekonomi nasional seperti yang pernah dicapai di masa lalu.(SAR)

Editor: Taslimahudin

 




Top