Jumat, 23 Agustus 2019 | 08:30 WIB

Investor Bisa Bangunkan Merpati Dari Tidur, Asal ...

Industri 23 Juli 2018 Taslimahudin 18


Maskapai Merpati Air (sumber int.)

Maskapai Merpati Air (sumber int.)


Makro.id - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) bisa kembali beroperasi bila ada suntikan modal.

Dikutip dari detik.com, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Henry Sihotang menerangkan kelanjutan Merpati akan ditentukan dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam PKPU, manajemen mesti membuat proposal perdamaian pada kreditur.

Proposal ini memuat penyelesaian masalah utang dengan Merpati. Termasuk di dalamnya dana yang bakal disuntikan investor, penyelesaian utang, hingga rencana bisnis ke depannya.

"Ini yang sedang diskusi yang menyatakan minat, berapa dana yang harus sediakan, bagaimana business plan ke depan, bagaimana menyelesaikan utang-utang itu, itu harus kita tuangkan dalam proposal perdamaian," kata dia kepada detikFinance, Kamis (19/7/2018).

Merpati sendiri memiliki utang sebesar Rp 10,7 triliun dan aset tercatat Rp 1,2 triliun. Utang dengan jumlah Rp 10,7 triliun ini berasal dari ribuan kreditur berikut beban bunga dan denda.

Merpati sendiri sudah tidak beroperasi sejak 2014. Menurut Henry, Merpati bisa berpeluang kembali operasi jika kreditur menyetujui perdamaian tersebut. Sebalikanya, jika tidak maka Merpati akan pailit.

"Kalau membuat proposal akan diajukan ke pengadilan kan, homologasi kalau kreditur sepakat yang diusulkan manajemen cara penyelesaiannya maka bisa lah ada homologasi. Tapi kalau proposalnya kurang menarik, kalau ditolak sesuai undang-undang kalau PKPU ditolak kreditur demi hukum pailit," tutupnya.

sumber : detik.com




Top