Jumat, 20 Sepember 2019 | 03:00 WIB

Klinik Berusaha Terima 28 Masalah Investasi

Makro 21 April 2019 Taslimahudin 155



Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi

MAKRO.ID - Badan Pengusahaan (BP) mencatat ada 28 aduan masalah investasi yang masuk di Klinik Berusaha Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam. Dari jumlah permasalahan 20 masalah langsung terselesaikan di tempat dan 8 sisanya perlu ditindak lanjut dari pemerintah pusat.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi mengatakan ada sejumlah persoalan yang memang tidak bisa langsung. Karena berkaitan dengan kewenangan dan kebijakan dari kementerian atau lembaga di Jakarta. Namun, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pusat untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sejak diresmikan Februari lalu dan sapai April sudah 28 permasalahan yang masuk. Tapi sebagian besar sudah kita selesaikan langsung," kata Edy, Minggu (21/4/2019).

Klinik berusaha sendiri di dalamnya terdapat klinik lahan dan klinik lalu lintas barang di bawah BP Batam. Kemudian klinik lingkungan di bawah Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam, klinik fiskal termasuk pajak dan bea cukai di bawah Direktorat Bea dan Cukai, klinik tenaga kerja di bawah Departemen Tenaga Kerja dan klinik Imigrasi di bawah Imigrasi Batam.

"Kalau untuk BP Batam itu ada Kantor Lahan dan Direktorat Lalu Lintas Barang. Jadi kalau masalahnya soal lahan atau ekspor dan impor kami yang akan menangani langsung. Kalau yang lain nanti akan intansi yang terkait," katanya.

Edy menyebutkan bahwa BP Batam akan terus berkomitmen untuk mengawal investasi yang ada di Batam. Dengan demikian diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi investor yang menanamkan modalnya di Batam. Investor kata dia bisa datang langsung ke klinik beruaha jika memang ada persoalan-persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya.

Sebagaimana diketahui bahwa kemudahan perizinan berusaha menjadi salah satu faktor penting untuk memikat investasi, di samping ekosistem lain seperti ketersediaan lahan, insentif, sumber daya, market size, kenyamanan operasional berusaha, dan lain-lain. Selain mendorong investasi, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan ekspor sekaligus mengendalikan impor, untuk menekan defisit transaksi.

"Dengan Klinik Berusaha ini diharapkan dapat memudahkan para investor," ujarnya. (IMR)


Editor : Taslimahudin




Top