Jumat, 20 Sepember 2019 | 03:00 WIB

Rakyat Indonesia Bangga dengan Prestasi Zohri

Olahraga 14 Juli 2018 Taslimahudin 144



Muhammad Zohri

Makro.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi atas raihan prestasi yang ditorehkan pelari asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Zohri, menjadi juara dunia 100 meter atletik International Association of Athelthic Federation (IAAF) 2018 di Finlandia, Rabu (11/7).

“Tentu saja kita bangga ada anak bangsa yang bisa menjadi juara. Saya kira bukan saya saja, tapi seluruh rakyat Indonesia merasa sangat senang bangga,” kata Presiden Jokowi, Sabtu (14/7/2018).

Presiden meyakini, kemenangan-kemenangan seperti yang ditorehkan oleh Lalu Muhammad Zohri itu, seperti kemarin dari badminton, akan menjadi modal untuk Asian Games 2018.

Sebagaimana diketahui sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri yang baru berusia 18 tahun meraih medali emas dengan catatan waktu 10.18 detik pada nomor 100 meter Kejuaraan Dunia U20 IAAF, di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7).

Zohri mengungguli para favorit juara seperti duo Amerika, Anthony Schwartz (10.22) dan Eric Harrison (10.22) serta sprinter Afrika Selatan Thembo Monareng (10,23). Sementara atlet Inggris, Dominic Ashwell mencatat waktu 10.25 detik

Zohri turun di nomor final dengan predikat juara Asia U20, Juni lalu dengan catatan waktu terbaik 10.27 detik yang dipertajam di Jakarta menjadi 10.25. Namun di semifinal, Zohri mampu mencatat waktu 10.24 detik, hanya 0.05 detik di belakang atlet AS, Anthony Schwartz. Namun di final, Zohri mampu melejit dan mengatasi dua pesaing utamanya asal AS tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Iman Nahrawi berjanji akan memberikan bonus kepada sprinter muda Indonesia tersebut.  Zohri akan mendapat bonus uang Rp 250 juta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bonus ini diberikan pasca Lalu berhasil meraih medali emas pada nomor bergengsi 100 meter putra, di Kejuaraan Dunia Ateltik U-20 di Finlandia.
 
"Tentu kita akan memberikan apresiasi. Kami akan memberikan bonus seperti halnya yang kami berikan pada juara-juara dunia lain. Pasti kami berikan itu minimal Rp 250 juta, kami siapkan untuk itu," ujar Menpora Imam Nahrawi dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Juli 2018.
 
Imam mengatakan Zohri telah membuktikan pada dunia bahwa Indonesia juga bisa bersaing di level tertinggi atletik junior dunia. Dalam sejarah, Indonesia memang belum pernah meraih emas di kejuaraan dunia atletik junior itu.
 
Tak hanya itu, Menpora juga berencana menyambut kepulangan Zohri dari Finlandia pada Selasa malam, 17 Juli 2018 mendatang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Selatan. Zohri ia anggap sebagai salah satu produk terbaik dari binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Nusa Tenggara Barat yang berada di bawah naungan Kemenpora.
 
"Zohri simbol bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berikan hasil terbaik bagi negerinya. Kemiskinan bukan halangan, itulah pintu awal untuk mencapai cita-cita tertinggi," kata Imam. (imr)

Editor : Taslimahudin




Top