Kamis, 1 Oktober 2020 | 01:29 WIB

September, Penerbangan Batam-Beijing Dimulai

Pariwisata 20 Agustus 2019 Taslimahudin 140



Ilustrasi. Foto: Internet

MAKRO.ID - Rute perbangan Batam ke Beijing yang akan dibuka oleh maskapai Garuda Indonesia rencananya dimulai awal September mendatang. Perusahaan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) tersebut saat ini masih mengurus sejumlah perizinan di Beijing yang belum selesai.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Bandara Capital Internasional Beijing sudah direncanakan Garuda Indonesia beberapa waktu lalu. Bahkan awalnya penerbangan perdana dimulai awal Agustus lalu.

“Hanya saja ada beberapa izin di sana (Beijing) yang belum selesai. Jadi diundur awal September,” ujarnya, Selasa (13/8).

Rencananya pesawat yang akan digunakan Garuda Indonesia adalah jenis pesawat Boeing 737-800, dengan kapasitas 12 kursi eksekutif dan 162 kursi ekonomi. Hanya saja, pihaknya mengaku belum mengatahui kepastiannya, meskipun pihak Garuda Indonesia sudah mengirimkan schedule penerbangan.

Menurut Suwarso, rencananya untuk penerbangan ke Beijing lewat Batam, akan berjalan dua kali dalam seminggu. Selasa dan Kamis. Pulang pergi. Dibukanya penerbangan ini, untuk menarik pangsa pasar dari China ke Batam. Hanya saja saat ini masih menunggu informasi resmi dari Garuda Indonesia.

“Schedule penerbangan sudah dikirim, tapi kami masih menunggu informasi secara resminya. Mudah-mudahan sesuai rencana September dimulai,” jelasnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun menyambut baik jika Garuda Indonesia membuka penerbangan Batam-Beijing. Hal ini diyakininya akan membawa dampak baik bagi pariwisata Kepri ke depannya. Wisatawan yang datang ke Kepri akan lebih bervariasi dengan dibukanya jalur penerbangan tersebut.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya penerbangan lagsung Batam ke Beijing akan meningkatkan arus wisatawan ke sini (Batam),” ujarnya saat berkunjung ke Kantor BP Batam, beberapa waktu lalu.

Sebab, Batam dan pulau-pulau sekitarnya punya potensi untuk menarik wisatawan dan diharapkan ke depan masuk tidak hanya dari Singapura, Malaysia dan sekitarnya, tetapi juga bisa mendatangkan dari China dan lain-lain. Maka itu pihaknya mendukung penuh rencana rute penerbangan Batam-Beijing.

“Semakin banyak rute penerbangan dari daerah-daerah pariwisata di Indonesia ke China tentu diharapkan dapat menarik wisatawan sebanyak-banyaknya,” katanya.

Hubungan bilateral antara Indonesia dengan China dinilai terus membaik, investasi dari negara Tirai Bambu tersebut saat ini juga menempati urutan kedua di Indonesia. Batam menjadi salah satu daerah yang diharapkan bisa terus menggaet para investor asal China.

Djauhari Oratmangun mengatakan tahun 2018 lalu, nilai perdagangan antara Indonesia dan China hampir USD73 miliar. Pihaknya juga terus mempromosikan Indonesia, termasuk Batam sebagai salah satu daerah pilihan investor.

“Apalagi saat ini sedang terjadi perang dagang. Sehigga ada peluang untuk relokasi perusahaan dari China ke Indonesia atau Batam,” kata Djauhari.(sindobatam)




Top